Belajar Dari Jepang

jepang

Meskipun dikenal dengan negara berbasis teknologi ternyata Jepang masih memiliki keunggulan lain jika dibandingkan dengan negara lain. Mereka dikenal memiliki prinsip budaya yang sebenarnya dapat dicontoh oleh negara lainnya bahkan utamanya negara kita Indonesia.

Beberapa kelebihan negara Jepang tersebut diantaranya:

Menghargai Alias Disiplin Mengenai Waktu

Hal ini sering sekali diabaikan oleh bangsa kita. Bangsa kita malah sering mengenal istilah jam karet. Dimana sering kita alami saat berjanji dengan seseorang jam 7, kita baru datang jam 8. Hati-hati jika anda membuat janji dengan orang Jepang karena telat 1 menit saja anda langsung ditinggalkan.

Lebih senang naik Sepeda atau Berjalan Kaki

Hal ini sering saya lihat di film dimana jarang ditemui orang Jepang naik kendaraan pribadi, mereka lebih sering berjalan kaki, naik sepeda atau bahkan memanfaatkan kendaraan umum. Hal terbalik terjadi di negara kita, kita lebih sering menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan kendaraan umum. Bahkan di Wonosobo sendiri trotoar untuk pejalan kaki sudah banyak dipersempit atau bahkan hilang.

Tidak Mengambil Barang Yang Bukan Haknya

Pernah kehilangan handphone atau dompet? Apakah barang tersebut kembali? Jika di Indonesia mungkin barang tersebut amda ikhlaskan saja, namun berbanding terbalik dengan negara Jepang hampir 90 persen barang anda yang hilang karena tertinggal akan kembali ke tangan anda. Biasanya orang Jepang akan menyerahkan temuan mereka ke kantor atau pos polisi terdekat.

Budaya Malu

Di Jepang budaya malu mereka sangat besar, contoh saja jika pejabat disana gagal atau ketahuan korupsi mereka akan harakiri (bunuh diri) atau langsung mengundurkan diri. Berbeda dengan pejabat kita yang sudah ketahuan korupsi masih ketawa sana-sini dan masih sibuk menyangkal padahal sudah ada buktinya.

Salam dan Sapa

Di Jepang mereka terkenal ramah dan sopan dengan orang lain. Tidak jarang bahkan polisi Jepang menyapa masyarakat sipil. Hal berbeda di Indonesia entah mengapa keramahan kita sudah mulai pudar terutama di kota-kota besar. Kebanyakan dari kita sudah mulai masa bodoh dengan orang lain.

Minta Maaf dan Terima Kasih

Masyarakat Jepang sangat ramah dan kalau terjadi apa-apa, mereka lebih dahulu minta maaf.

Contoh sederhana, kalau di jalan kita tersenggol dengan sesama pejalan kaki, maka spontan akan meluncur dari mulut mereka permintaan maaf. Meski pun bukan kesalahan mereka: suimasen…suimasen (maaf…maaf…).

Kalimat lain yang paling sering kami dengar adalah ucapan terima kasih. Kalau tidak salah dengar mereka mengucapkan arigato gozaimasu (betul nggak ya tulisannya?).

Tertib Ketika Antri

Mungkin hal ini yang sering terabaikan di bangsa kita. Saling serobot antrian sudah menjadi hal lumrah di negeri kita tercinta ini. Orang Jepang secara otomatis akan berjejer rapi ketika mereka harus antri bahkan tanpa adanya pembantas atau orang yang berjaga mereka tetap setia dengan antriannya.

Menghargai Tenaga Manusia

Jepang sangat menghargai dengan tenaga manusia. hal yang menarik disini adalah perbedaan nilai gaji pegawai rendahan atau kuli bangunan dengan pejabat tinggi tidak terlalu terpaut jauh. Sehingga jarang terjadi demo buruh di negeri ini. Semua kebutuhan buruh terpenuhi dengan cukup.

Meskipun banyak kelebihan dari orang Jepang namun saya sendiri tetap mencintai negara saya Indonesia, yang perlu kita lakukan adalah mencontoh budaya yang baik untuk diadaptasi di negara kita dan membuang budaya yang buruk dari negara lain,

Sumber: http://www.eramuslim.com/berita/silaturrahim/beberapa-pelajaran-dari-jepang-8.htm#.Uxb2zj9_u24

Sumber gambar: kaskus

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *