December 5, 2020
OOT

Oknum Seller Online Makin Parah

Saat ini kebutuhan orang untuk berbelanja online semakin tinggi, hal tersebut memunculkan persaingan antar seller.

Orang yang dulu hanya mengandalkan berjualan secara offline sekarang mulai beralih ke online. Banyak outlet offline yang akhirnya menutup toko offline mereka bukan karena bangkrut. Namun mulai mengganti metodenya saja dengan online.

Omset menggiurkan dari berjualan online juga menjadi alasan orang mengubah metode berjualan mereka ke online. Buyer juga semakin senang, karena barang sudah diantar gratis (beberapa merchant menerapkan gratis ongkir) mereka juga mendapatkan cashback dari belanjaan mereka (beberapa merchant juga suka “bakar duit” untuk promo cashback).

Bandingkan dengan seller offline, karena selain harus menanggung pengeluaran rutin semacam gaji pegawai, listrik,  juga masih harus menanggung biaya sewa ruko. Padahal pemasukan dari offline juga belum pasti.

Oknum Seller Nakal

Banyaknya seller dengan produk sama tentunya memunculkan persaingan yang tidak sehat. Karena seller sendiri terbagi dua, ada yang memang mereka main di grosiran ada juga yang main di dropship.

Biasanya untuk dropship mereka agak kesulitan menentukan harga murah terkendala margin keuntungan yang kecil jika mereka membuat harga murah.

Menjengkelkan memang sudah margin keuntungan kecil, masih ada juga seller lain yang menjual dengan harga dasar dropship dan tentu masih mendapatkan untung.

Padahal hampir semua merchant online menyediakan filtering harga dari termurah sampai termahal, main tenggelam deh dagangan kita.

Saya salut dengan seller yang tetap mempertahankan kejujuran mereka, meski harus putar otak gimana cara mendapatkan barang lebih murah dari penyedia lainnya.

Saya jengkel dengan seller yang memainkan harga demi lakunya dagangan mereka meskipun itu harus nipu pembeli.

Gimana nggak nipu saya pengen beli sepatu tapi ada yang aneh, sepatu kok harganya Cuma 10ribuan. Setelah dicek ternyata mereka menyelipkan  kaos kaki.

Saya anggap nipu karena pembeli pasti mau beli  sepatu bukan beli kaos kaki, kalaupun mereka jual kaos kaki ya taruh di gallery kaos kaki jangan di galeri sepatu.

contoh seller nakal

Ada lagi seller yang main kesempatan dalam kesempitan, di masa merchant promo dan ada seller yang mendapatkan kesempatan terpilih mereka juga “main disitu”.

Contoh, toko saya jual sepatu karena terpilih dapat promo 11.11, sepatu yang saya jual 100 ribu ditanggung merchant menjadi 10ribu.

Akhirnya saya kirim saja uang 10 ribu ke buyer toh mereka tidak rugi. Masalahnya sisa 90ribu akan masuk ke rekening saya.

Mengatasi seller nakal

Akhirnya untuk mengatasi seller seperti itu saya filter seller bukan dengan harga murah, tapi lebih ke yang banyak positif reviewnya.

Meskipun kadang untuk harga tetap ada yang lebih murah, namun saya lebih menghargai seller jujur yang tidak menyelipkan kaos kaki padahal jual sepatu demi muncul di pencarian harga termurah.

Mungkin kedepan, merchant online tidak hanya mengambil keuntungan dari penjual saja. Namun ada baiknya mulai menyisir seller-seller nakal ini sehingga nama baik mereka tetap terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *